Monday, October 14, 2019

*Kerajinan Bambu di tengah Arus Zaman: Potensi Industri dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Kab. Tangerang*

*Kerajinan Bambu di tengah Arus Zaman: Potensi Industri dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Kab. Tangerang*

Tangerang, 14 Oktober 2019 kab.Tangerang telah di juluki sebagai kota 1000 Industri daN Jasa dimana terdapat 29 Kecamatan ada 246 Desa tersebar dengan perbatasan Bogor, Lebak, DKI Jakarta  sebagai penyangah ibu kota saat ini.

Namun perkembangan saat ini perkembangan tangerang dengan jumat penduduk 3.5 Juta jiwa   dengan banyaknya kaum urban di tangerang ini.
Tangerang telag menjadi kota industri namun tidak lupa akan sejarah bahwa dahulu tahun 1887 sudah ada industri kerajinan topibambu yang di buat oleh masyarakat pribumi.
Proses pembuatan anyaman bambu, foto dok pribadi kangagush 2016

Produk Inovasi dan kreatif  by kangagus

Tuesday, October 8, 2019

Produk Keranjang Bambu TEI 2019

Produk Besek Bambu Kotak 17x17
Model :TB-0001

Produk Packing Sedotan
Model :TB-0002

Produk Keranjang Kotak
Model : TB-0003

Produk keranjang Gelas
Model :TB-0004

Produk Keranjang Botol
Model :TB-0005

Produk Keranjang Telor
Model :

Wednesday, September 18, 2019

Koperasi KOKOM BIMTEK Revitalisasi Koperasi

Acara Revitalisasi Peranan Koperasi di Kab Tangerang

Tangerang, 18 September 2019 Dinas Koperasi Dan UKM Kab.Tangerang mengadakan acara Revitalisasi Koperasi  di Lemo Hotel dengan harapan kedepan Koperasi yang baru, atau sudah lama ataupun yg belum berkembang di undang semua sekitar 200 Koperasi se Kab Tangerang agar dapat memberikan manfaat untuk anggota ujar Kepala Dinas Koperasi Drs Tedi S saat pembukaan acara tersebut.
Acara Revitalisasi Koperasi ini langsung di berikan materi oleh Kementrian Koperasi RI bidang Kasubid Tatalaksana Koperasi ibu Lelly tentang pondasi penting koperasi sesuai Prinsip Koperasi.
Prinsip-Prinsip Koperasi :
1. Keangotaan bersifat sukarela dan terbuka.
Maksudnya setiap keanggotaan / anggota secara sukarela memberikan modalnya sendiri-sendiri untuk di gabungkan sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan kenggotaan bersifat terbuka maksudnya terbuka untuk siapa saja yang mau menjadi anggota koperasi tersebut
2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.
Karena setiap kenggotaan koperasi bebas berpendapat, tetapi yang dimaksud bebas berpendapat harus memakai aturan yang jelas berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan demi mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
Maksudnya setiap hasil usaha (SHU) adalah jasa darj masing-masing anggota dan modal dari masing-masing anggota ,jadi pembagian SHU setiap anggota harus dibayar secara tunai karena disini setiap anggota adalah investor atas jasa modal,selain investor anggota koperasi adalah pemilik jasa sebagai pemakai /pelangan. SHU juga merupakan hak dari setiap anggota koperasi.
4.Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
Pembelian balas jasa di dalam anggota koperasi terbatas oleh besarnya modal yang tersedia. Apabila modal sedikit pembelian balas jasanya juga sedikit dan begitu juga sebaliknya, jadi dilihat dari besar-kecilnya modal anggota itu sendiri.
5. Kemandirian.
Maksudnya setiap anggota mempunyai peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing atas setiap usaha itu sendiri, selain itu anggota koperasi di tuntut berperan secara aktif dalam upaya mempertingi kualitas dan bisa mengelola koperasi dan usaha itu sendiri.
6. Pendidikan perkoperasiaan
Maksudnya pendidikan perkoperasiaan memberikan bekal kemampuan bekerja setelah mereka terjun dalam masyarakat karena manusia disamping sebagai makhluk sosial juga sebagai makhluk individu, dan melalui usaha-usaha pendidikan perkoperasian dan partisipasi anggota sangat di hargain dan dianjurkan dalam berkehidupan koperasi, selain itu juga melalui pendidikan perkoperasiaan setiap orang dapat memenuhi kebutuhannya masing-masing.
7. Kerjasama antar koperasi.
Maksudnya adanya hubungan kerjasama antar koperasi satu dengan koperasi lainnya untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama dan dengan adanya kerjasama antar koperasi dapat mewujudkan kesejahteraan koperasi tersebut
Koperasi Produsen Komunitas Topi Bambu di Singkat koperasi Kokom yang berada di cikupa.Kegiatan Koperasi Kokom bergerak di bidang Produsen.
Koperasi Produsen KOKOM


Saturday, September 14, 2019

Menciptakan Percaya Diri bersama komunitas Djiwa Tangguh di Cituis Tangerang

Cituis, 14 September 2019 Lapangan Cituis Tikus Liar, beberapa komunitas hadir ikuti djiwa tangguh dengan semangat Djiwa Muda untuk tetap berkreasi, dari komunitas motor, komunitas nelayan, komunitas skutboar dan ada komunitas kuliner jajanan.


Edukasi kriya anyaman bersama Komunitas Djiwa Tangguh di Cituis Kab Tangerang

Semarak djiwa tangguh ada lomba makanan pedes dan kreasi ulos dari Depok juga memberikan edukasi di komunitas djiwa tangguh.
Booth Produk Konunitas Topi Bambu Tangerang

Booth Sepatu anyaman terbesar dari anyaman rotan By Komunitas Topi Bambu

Komunitas abit kain dari Depok desain aneka kemeja dan kaos 

Ada game lidah Djiwa Tangguh dengan lomba makan menu pedas untuk mendapatkan penjuang tangguh.
Komunitas Motor Klasik Tangerang

Tuesday, September 10, 2019

Sepatu Anyaman Rotan Terbesar Untuk Foto Selfie di Komunitas Topi Bambu Tangerang

Era Digital dan persaingan usaha di bidang kerajinan saat ini mulai tidak banyak peminatnya bahkan mulai terlupakan, Sejarah Tangerang sudah di kenal sejak 1887 dan seiring perkembangan kerajinan rotan pun mulai banyak industri furniture atau keranjang rotan untuk tujuan ekspor dan home industri atau pabrik ekspor tahun 1980 banyak di wilayah Kab.Tangerang dekat wilayah Curug.

Kangagush bersama komunitas topibambu mengiatkan kembalin kerajinan baik bambu atau rotan menjadi bagian penting perjalanan Tangerang.
Kangagus Founder topibambu foundation masuk kedalam sepatu anyaman terbesar untuk instagramebel dibera di gital ini

Thursday, August 15, 2019

Giatkan Topi Tangerang bersama Kangagush


Topibambu merupakan tradisi budaya menganyam topi sudah ada 1882 yang pertama kali di perkenalkan oleh Franschman Petitjean bahkan sudah membuat industri topibambu kalaitu, dan selamh 5 tahun produksi topi bambu 1887 sudah ekspor ke berbagai negara sekitar 145 juta topi, namun itu semua masyarakat yang mengerjakan sebagai tambahan pendapatan, namun berbeda di era digital ini kangagus membuat komunitas topibambu untuk melestarikan agar tetap memberikan inovasi kreatif dan mempertahankan kearifan lokal topi tamgerang.

Tuesday, July 2, 2019

Kunjungan ke Perbatasan Bersama Konjen RI dengan Sarawak Malysia

Tim Indonesia Bamboo Community bersama Kepala Konjen, Kepala Imigrasi Perbatasan Sarawah dan Sambas Pontianak berkunjung untuk melihat potensi kerjasama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat 
Kangagush founder dan perwakilan Indonesia Bamboo Fashion untuk acara expo SMEs 2019 Sarawak

Kesempatan silaturahmi di perbatasan RI dengan Malaysia di kantor Imigrasi RI sambik diskusi tentang ekonomi kreatif

Ini perubahan jalan RI dengN perbatasan Malaysia 

*Kerajinan Bambu di tengah Arus Zaman: Potensi Industri dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Kab. Tangerang*

*Kerajinan Bambu di tengah Arus Zaman: Potensi Industri dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Kab. Tangerang* Tangerang, 14 Oktober 2019 ka...