Senin, 16 Januari 2017

Kampung Cikupa DIGITAL versi JADUL

Tahun 1976 kangagus telah lahir di kampung cikupa, berajak SD baru melihat banyak sekitar sawah dan kebun masih hijau, jalan jalan sepi dan transpotrasi kala itu masih oplet, saat ini sudah berubah menjadi Perumahan citra Raya

Namun semua berjalan dan bersama blog ini kami menulis dan bercerita, semoga menjadi catatan yang bermanfaat, kenapa kami menulis Kampung berbasis Digital, secara info di google semua pasti akan tahu apa potensi berbasis yang paling mudah adalah
1. Mendapatkan informasi keadaan kondisi geografis, kependudukan dan tentang ekonomi desa tersebut.
2. Pelayanan pemerintah desa untuk masyarakat dalam hal perijinan dan pengurusan agar lebih mudah di akses data yang saat di perlukan.
3. Yang paling utama ada penyesuaian prilaku masyarakat saat ini sudah berbasis smartphone mulai tingkat sd sd masyarakat umumnya.

Ini kami infokan kampung Cikupa sejak 2015 sudah ada infomasi tentang sejarah, ini link yang kami dapatkan
https://desacikupatangerang.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-singkat-desa-cikupa.html?showComment=1484610321203&m=1#c8094403967866561569

Ini merupakan rencana dan siapapun dapat melaksanakan sebuah konsep apabila semua pihak saling bekerjasama.

Desa Cikupa berdiri pada tahun 1922, pada saat itu dipimpin oleh Kepala Desa I (pertama) yaitu Bapak MUDERI. Pada awal kepemimpinan Bapak MUDERI, Beliau berkeinginan mengembangkan perekonomian Desa Cikupa yang mayoritas penduduknya sebagai pengelola perkebunan, maka untuk memasarkan hasil perkebunan tersebut Kepala Desa mengajak beberapa tokoh diantaranya,H. SAPRI, H. PENGKI dan Ki GALEONG untuk mendirikan pasar desa.  Dan Pada tahun 1926 berdirilah Pasar Cikupa  yang hari pasarnya seminggu dua kali yaitu Hari Selasa dan Hari Sabtu. Pasar Cikupa merupakan salah satu pasar tertua di Kabupaten Tangerang yang merupakan pasar desa dan masih ada sampai sekarang.

Desa Cikupa pada saat itu memiliki 7 (tujuh) wilayah Dusun/Kampung, yaitu :

1.    Kampung Cikupa

2.    Kampung Kadu Sabrang

3.    Kampung Cikupa Kolot/Hantap Heulang

4.    Kampung Kadu Lembur

5.    Kampung Samprok

6.    Kampung Kebon Kalapa

7.    Kampung Pulo Cangkir

Kemudian pada tahun 1932 dilanjutkan kepemimpinan / Kepala Desa II (dua) yaitu Bapak ABIN sampai dengan tahun 1942.

Dengan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa II (dua), maka diadakan kembali penggantian Kepala Desa III (tiga) yang dipimpin oleh Bapak MUHARI.

Pada masa-masa pemerintahan beliau telah terjadi pemberontakan-pemberontakan terhadap penjajahan belanda, maka rakyat Desa Cikupa ikut gerilia perang merebut kemerdekaan mengusir penjajah dan pada saat itu juga banyak warga Desa Cikupa yang mati dan diculik, bahkan Kepala Desa III (tiga) pun wafat. Kemudian pada tahun 1945 Indonesia merdeka, maka kembali membentuk pemerintahan desa baru yang dipimpin oleh Bapak H. MARTA yaitu Kepala Desa IV (empat). Pada masa kepemimpinan beliau Desa Cikupa mengalami perkembangan ekonomi yang cukup pesat, hal ini ditandai dengan adanya terminal banyangan untuk kendaraan umum lintas kota maupun lintas provinsi. Dan Pasar Cikupa merupakan pusat kegiatan perekonomian bagi warga cikupa maupun warga desa-desa lain yang ada di Kecamatan Cikupa.

Beliau memimpin Desa Cikupa selama 2 periode sejak tahun 1945 sampai dengan 1966.

Pada tahun 1966 ada aturan dan ketentuan baru tentang pencalonan kepala desa, maka diadakan Pemilihan Kepala Desa V (lima) dan pada saat itu Kepala Desa terpilih Bapak H.E. HUMAEDI, kepemimpinan Beliau mencapai 2 (dua) periode dan berakhir tahun 1982 dan pada masa kepemimpinan Beliau juga yaitu pada tahun 1982 telah terjadi pemekaran wilayah Desa Cikupa menjadi 2 (dua) desa yaitu Desa Cikupa dan Desa Sukamulya.

Dengan berakhirnya kepemimpinan Bapak H.E. HUMAEDI pada tahun 1982, maka ada kekosongan jabatan kepala desa, sehingga diangkatlah seorang Sekretaris Desa menjadi Pejabat Kepala Desa Sementara yaitu BapakSYUHADA NS. Dengan masa jabatan 2 (dua) tahun yaitu sampai dengan tahun 1984.

Pada saat pemerintahan Bapak H.E. HUMAEDI Desa Cikupa telah resmi adanya batas-batas wilayah pemerintahan desa :

Barat            : Desa Sukamulya

Selatan         : Desa Mekarbakti

Timur           : Desa Dukuh

Utara           : Desa Talagasari

          Kemudian pada tahun 1984 kembali diadakan Pemilihan Kepala Desa VI (enam), pada saat itu Kepala Desa terpilih yaitu BapakH. SAADIH HIDAYAT, Beliau memerintah sampai dengan tahun 1993.

          Dengan berakhirnya masa jabatan beliau, telah terjadi kekosongan jabatan kepala desa, diangkatlah Sekdes HAMSIN R menjadi pejabat sementara ( PJS ) selama 1 tahun yaitu tahun 1994.

          Pada tahun 1994 Pemerintahan desa Cikupa kembali menggelar pemilihan kepala desa VII ( tujuh ) maka terpilihlah Bpk AYUB. AP menjadi kepala desa, sampai dengan tahun 2003. Pada saat itu tidak terjadi kekosongan jabatan kepala desa Cikupa. Sebelum berakhirnya masa jabatan Kepala desa Panpilkades mengelar pemilihan kepala desa yang pelaksanaannya bertepatan dengan habisnya jabatan kepala desa. Maka terpilihlah Kepala desa VIII ( delapan ) yaitu Bpk. DAHRUDIN. Sesuai dengan peraturan yang berlaku pada saat itu. Bahwa jabatan kepala desa yaitu selama 5 tahun. Sehingga Bpk DAHRUDIN hanya menjabat kepala desa Cikupa selama 5 tahun.

          Dengan berakhirnya masa jabatan kepala desa Cikupa tahun 2008, maka adanya kekosongan jabatan kepala desa, dan untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut maka diangkatlah Sekdes ROJALI, ST menjadi Pejabat Sementara ( PJS ) kepala desa Cikupa selama 3 bulan. Selanjutnya Panpilkades kembali menggelar pemilihan kepala desa ke IX ( sembilan ) pada bulan Agustus 2008, yang melahirkan terpilihnya ABU MUTOLIB Bin H. HUMAEDI menjadi kepala desa Cikupa priode tahun 2008  - tahun 2014 ( sesuai dengan peraturan  yang baru hasil revisi yaitu jabatan kepala desa selama 6 tahun).

NB : Sejarah ini didapat berdasarkan cerita Para sesepuh Masyarakat Cikupa.

Galery Topibambu Kp.Cikupa berbasis Online
Kampung berbasis Digital untuk promosi kebun Singkong
Kampung berbasis digital menpilkan potensi lokal dan daya wisata

Sabtu, 07 Januari 2017

Pelatihan Batik Di Tangerang Raya Bersama Topibambu Foundation

Sejak tahun 2000 Batik sebagai warisan budaya tradisional Indonesia yang telah mengakar dalam sejarah bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang tidak hanya yang ada di pulau jawa bahkan ke luar pulau jawa.
Pengukuhan UNESCO  pada tanggal 2 oktober 2009 di nobatkan sebagai warisan budaya milik dunia,  dalam keputusan tersebut batik Indonesia memiliki kreteria domain warisan budaya takbenda yang terdiri dari tradisi lisan(Oral Tradition), Kebiasaan Sosial ( Social Custo)  dan Kerajinan Tangan Tradisional (Traditional Handycraft)

Potensi IKM Batik
IKM batik di Indonesia akhir 2010 berjumlah 55.778 unit, sedangkan populasi IKM batik telah banyak tersebar di nusantara jumalh paling banyak adalah 6.719  Kabupaten Pekalongan.
Batik dapat di bagi menjadi tiga
Batik sarung
Batik kain panjang
Batik ela

Saat ini batik Indonesia lebih banyak di kenal dengan 
Batik Tulis
Batik Cap
Batik Kombinasi Tulis dan cap
Batik Modern
Batik Bordir

BATIK BERSAMA PRESIDEN SOEHARTO
BATIK BERSAMA BJ HABIEBIE
Batik bersama Presiden SBY
Batik UNESCO
Peralatan Workshop Batik TopibambuFoundation
Alat membatik
Workshop batik
Praktek batik

Sabtu, 31 Desember 2016

Meriahkan HUT ke 73 Kab.Tangerang Mandiri Kreatif dan berbudaya

Tangerang 27 Desember 2016 merupakan hari jadi ke 73 sejak tahun 1943 di resmikan menjadi Kabupaten Tangerang bagian Prov.JawaBarat.
Perjalanan Kab.Tangerang dengan luas kecamatan yang banyak tahun 1976 menjadi kota penyanggah ibu kota jakarta menjadi kota 1000 industri.
Tahun 1993 pemekaran menjadi Kota Tangerang dan 2008 pemekaran menjadi kota tangerang selatan. Namun potensi Kab.Tangerang tetap menjadi kota strategis memiliki kecamatan sebanyak 29 dan 274 Desa yang luas.
HUT 73 ini di laksanakan di kawasan bisnis BSD City  dengan tema Mandiri Kreatif dan Berbudaya dan di meriahkan pameran seni budaya, karnaval seni serta artis ibukota pada malam penutupan sekaligus ucapan syukur Bapak bupati kab Tangerang Ahmed Zaki iskandar yang telah meraih Rekor Dunia di acara HUT ini yaitu Kebersihan masal sebanyak 140.000 sebanyak 274 Desa, ujar H Saefullah Kepala Dinas pemuda olahraga budaya dan parawisata .
Berikut ini jepretan selama kegiatan berlangsung dari tanggal 27 sd 30 Desember 2016.

Sabtu, 10 Desember 2016

Wirausaha Sendal Jepit Modal Pas Pasan

Kebutuhan dan kepentingan untuk terus berjalan seperti filosopi ayam dulu apa telor dulu, namun semua itu mempunyai jawaban yang berbeda beda.

Nah usaha ini pun harus tetap berlanjut meskipun modal saat ini bagi para pemula atau pun yang sudah berjalan selalu menjadi pokok utama.

Semua harus di jalankan dan tidak ada kalimat menyerah. Berikut model dan contoh sendal siapatahu yang ingin membuka usaha dapat bekerjsama dengan kang agush wa 081905042927

Sendal jepit biru
Motif sendal
Sendal jepit dengan merk
Sendal jepit karakter
Sendal model nama

Jumat, 09 Desember 2016

Strategi BPC HIPMI Kab.Tangerang Bentuk Komunitas Sekolah Bisnis

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)  BPC Kab.Tangerang sudah berusia 13 tahun dan  saat ini telah terbentuk dengan anggota 150 baik pemula maupun berpengalaman.

Kenapa ada Sekolah Bisnis HIPMI ? semua akan terjawab dan di kupas habis di sekolah ini, ayo bangun kemandirian dan sebagai wadah organisasi kader untuk mencetak wirausaha baru silakan bergabung di HIPMI KAB.TANGERANG.

Semoga dalam rencana Kerja Dan menjalankan program kerja dalam waktu dekat sekaligus lauching sekolah Bisnis HIPMI .

Berikut tim dan kegiatan sebelum acara pelaksanaan Rakercab BPC HIPMI KAB.TANGERANG.

Foto bersama
Srikandi HIPMI Kab Tangerang
Jajaran Ketua Pembukaan Pra Raker
Kangagush ikutan Pra Raker
Suasana Pra Raker
Wow Selfi...
Acara serius

Kamis, 08 Desember 2016

Bambu Sebagai Solusi Permasalahan Lingkungan

Bambu merupakan salah satu solusi dalam usaha restorasi lahan yaitu melalui pendekatan lanskap dan kelestarian ekosistem. Rumpum bambu dapat melindungi lapisan tanah (topsoil) dan menciptakan iklim mikro.

Satu rumpun bambu dewasa dengan struktur perakaran kuat dapat menyimpan 5.000 liter air.

Hutan bambu mampu menyerap 50 tonCO2 per hektar, per tahun sehingga 2 juta hektar hutan Bambu untuk industri di Indonesia dapat menyerap 100 megatons karbon pertahun

Sumber Saresehan Pecinta Bambu Indonesia 8 Desember 2016 Kementrian Lingkungan  Hidup dan Kehutanan.Desa bambu Ngada NTT, , Program Seribu Desa Bambu

Pembicara Saresehan Pecinta Bambu
prof ahli Bambu, Bambu Taba Bali, Desa Bambu

Rabu, 07 Desember 2016

Saresehan Pecinta BAMBU INDONESIA

Acara ini di laksanakann oleh Kementrian Lingkungan Hidup di gedung KEMENLHK, bambu merupakan salah satu hasil bukan kayu (HHBK) yang mendapatkan perhatian optimal dalam.pengembangan dan pemanfaatannya oleh pemerintah.Budaya bambu telah lama ada dalam kehidupan masyarakat di Nusantara terutama dalam segi pemanfaatan bambu inilah yang kemudian harus dinbawa  ke tataran industri sebagai salah satu usaha peningakatan kesejahteraan bambu indonesia yang masih jauh tertinggal dibanding RRC sebagai kebagkitan industri berbasis masyarakat dengan sistem koorporasi antar desa dengan masyarakat petani bambu dan masyarakat  petani bambu indonesia.

Berikut ini jadwal pembicara Saresehan Pecinta Bambu Indonesia.

Pembicara Saresehan Bambu Indonesia
Pembicara sesi Pertama Saresehan Pecinta Bambu
Transportasi Bambu
Peserta Saresehan Pecinta Bambu Indonesia
Kangagush topibambu foundation merekomendasikan Industri Kreatif Bambu
Foto bersama

Sabtu, 19 November 2016

BPC HIPMI Tangerang Ngariung bersama Santri dan Anak Yatim

Himpuan Pengusaha Muda Indonesia BPC Kab.Tangerang merupakan  wadah organisasi kader untuk mewadahi para pengusaha dan memberikan sharing saling berbagi bagi para pemula maupun pengusaha senior untuk selalu berbagi memajukan perekonomian di wilayah kegiatan di sekitarnya.

Kegiatan HIPMI Care ini merupakan kegiatan saling berbagi dan bersilaturahmi ujar Ketum Hipmi BPC KabTangerang biasa di sapa Bung Gani.

Silaturahmi dan ngariung kegiatan ini sambangi Pondok Pesantren Al Huda Barmawiyah desa Bojong asuhan alm Ama KH Mansyur  dan kunjungan ke dua berbagi dan santunan anak Yatim bersama Yayasan Kuffalul Yatama di kelurahan Sukamulya dimana yayasan ini berdiri sudah hampir 7 tahun berawal dari pemdirian warung anak yatim dan akhirnya untuk mencetak kualitas SDM yang siap terjun di masyarakat.

Sekilas tentang yayasan anak yatim ini merupakan sarana pendidikan anak yatim apabila sekolah di sini akan diberikan faasilitas semua gratis apabila anak yatim piyatu  karena adanya bapak angkat yang memberikan donasi selama 1 tahun dan dapat di salurkan secara perbulan, ujar ust Abdul Latif pengelola yayasan Kuffalul Yatama.

Berikut liputan foto HIPMI CARE Sambangi Pesantren dan Yayasan Anak Yatim di Cikupa Tangerang.

Lokasi yayasan anak yatim kel.Sukamulya Cikupa dan Star Poin Telaga Bestari
Pondok Pesantren Al Huda Barmawiyah Bojong Kec.Cikupa
Persiapan HIPMI CARE 
NGARIUNG DI PONDOK PESANTREN AL HUDA BARMAWIYAH BOJONG

Sabtu, 29 Oktober 2016

Asal Usul Tangerang , Apa Anda Tahu? Edisi 001

Kang agush lahir di Tangerang ,tepatnya cikupa sejak 1976 lalu, persis dekat pasar cikupa dan saat ini berdiri gerbang Citra Raya  dan sekarang ada Galery Topibambu. Ternyata sebelum ada jalan Tol  Jl. Raya serang ini pun di buatb oleh masa penjajahan  saat itu dengan sistem kerja Rodi, alhasil kangagush mencari kenapa ada Tangerang ?

Kangagush pun mencari data dengan bukti berupa buku dengan kunjungan ke perpustakaan kab.Tangerang, ke Arsip Nasional yang di Jakarta dan ke Arsip Provinsi Banten.

Kalau berdasarkan cerita dari masyarakat semua tidak ada yang mengetahui secara bukti yang jelas, namun dengan buku semua tercatat. Nama Tangerang berasal dari dua kosa kata Sunda tengger dan perang.Tengger atau tetengger berarti tanda yang mencirikan tempat atau lokasi berbentuk dari tugu dari kayu, bambu atau tembok. Perang  sama artinya perang, peperangan, pertempuran.

Pernah  ada tulisan Tanggerang memiliki huruf ( g)  yang double. Singkatnya nama Tanggerang berarti Tugu sebagai tanda pernah terjadi peperangan.

Pernah anda mendengar istilah dulu beberpa tahun lalu namanya Benteng oleh masyarakat .Ada penafsiran bahwa tugu itu berfungsi sebagai tanda batas antara wilayah yang di kuasai oleh Kesultanan Banten  di sebelah barat sungai Cisadane. Tugu tersebut berdasarkan cerita di buat oleh Pangeran Sugri, beliau salah satu putra Sultan Ageng Tirtayasa.Tugu itu terletak di tepi sungai Cisadane, pada ujung jalan Oto Iskandardinata di kota Tangerang.

Sumber dari Thohirudin , 1971:22  dulu ada namanya Citanggerang  karena istilah itu muncul ada tugu di pinggir sungai.

Ini baru edisi tulisan  pertama ..nantikan cerita selanjutnya
Buku Sejarah Tangerang, Pemda  2004

Sekilas lintas kabTangerang,  suryana nana et la 1992

Pemberontakan petani tangerang, 1981

Dokumen Volksteling 1930 Inheemsche Bevolking van West Java

Luas dan letak Peta Tangerang Hindia Belanda tahin 1860, sumber buku sejarah kab.Tangerang 2004
Sumber gambar dari musium belanda (google)
Gambar Pengrajin Topibambu sejak 1904 lokasi Tjikuopa