Senin, 30 Januari 2017

Dokumenter Tangerang Yang Terlupakan

Bicara Tangerang sejak tahun 2000 sudah bagian dari Banten, sejak 1904 data dokumen dari Musium Belanda kami mendapatkan foto dokumentasi topi bambu atau topi panama sejak itu terkenal.

Perjalanan kangagus bersama komunitas topibambu saat ini membantu produk lokal agar tidak terlupakan, berikut ini peranan mahasiswa  bersama komunitas topibambu membuat Film Dokumenter semoga para pembaca melihat saat ini dan yang akan datang dapat memberikan catatan yang tidak terlupakan  untuk mu Tangerang Gemilang.

https://youtu.be/KRyVJiezwRo

BENDERA MERAH PUTIH RI
Gerbang Kab.Tangerang
Logo Topibambu
Galery Topibambu
Budaya kreasi Anyaman Topi

Sabtu, 28 Januari 2017

Lahirnya Provinsi Banten

Pertemuan di Pandeglang menghasilkan satu keputusan bulat menyetujui dan mendukung di bentuknya provinsi Banten, 5 September 2000 Mendagri Suryadi surdirja bersama Tim DPOD, Bakor PPB melakukan peninjauan lapangan  dan hasil studi kelayakan  dilakukan LIPI, ketua Badan Bakor PPB Tb.H Tryana Sjamun.
Puncak acara pengesahaan RUU pembentukan provinsi Banten menjadi UU no.23 tahun 2000 . Dalam sambutannya Mendagri Suryadi sudirja mengatakan bahwa pemprosesan Pembentukan Provinsi bantenvpada khususnya dan pemekaran daerah daerah lain dpt memberikab pelajaran yang baik.
1.Suatu kebijakan  yang di ambil hrs memiliki kepentingan publik dan masyarakat  semua memberikan dukungan.
2.keputusannyang di ambil  hrs melalui proses pengkajian  dan penelitian dgn menggunakan metedologi  dan teknologi  penelitian yg benar dan menghasilkan  kebijakannygbobjektif dan rasional.
3. Momentum harus tepat  agar hasil keputusan yang telah di tetapkan  bermanfaat bagi masyarakat.
4.  Hasil keputusan jangan sampai kontradiktif  dan harus menghasilkan sistem demokrasi yang sehat dan berdaya masyarakat  serta mampu berprakarsa dan berperan serta kegiatan berbangsa  dan bernegara.

Tanggal 26 Februari 2001  Bakor PPB telah melahirkan provinsi Banten, akhirnya Gubernur Banten di pilih H Djoko Munandar dan wakil Ratu Atut Chosiyah.
Sumber Sejarah Banten, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Prov banten 2014 " MembangunTradisi dan Peradaban"  Bab X , Pembentukan Provinsi Banten.

Rabu, 25 Januari 2017

Wirausaha Kreatif Inovatif dan profesional Membangun Potensi Desa Digital

Indonesia sebagai negara berkembang kini telah memasuki era baru dalam perekonomian.Asean Economi Community atau MEA Masyarakat Ekonomi Asean menjadi suatu realitas yang harus di tingkatkan sebagai konsekwensi logis dari kesepakatan konfrensi TingkatbTinggi Asean ke 19.

DengN MEA akan mendorong efesiensi dan dayabsaing ekonomi di kawasan Asean menuju single market dan production base menuju kawasan regional ekonomi yang berdaya saing tinggi sehingga  terciptanya  satu kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata  dan mencapai integritas penuh pada ekonomi global.

Hasil Rakerda HIPMI Banten tgl 24 sd 25 Januari 2017 di Yasmin Hotel Kab.Tangerang, berhembusnya isu terpecah belah nya masyarakat membuat ekonomi tersendat.Usaha mencapai SDM dalam negeri yang berkompentensi dan daya saing menjadi lambat. HIPMI akan menjadi motor terjaganya kebhinekaan sehingga masyarakat akan menjadibkuat.Kebhinekaan menjadi modal dasar untuk membangkitkan ekonomi Desa  menuju berbasis Digital.

Kang agush berdama HIPMI BPP 
Produk kretif dan inovatif
Produk topibambu tangerang
Produk Batik Lokal Tangerang
Kopiah bambu Tangerang
Produk aneka topi anyaman

Senin, 23 Januari 2017

Karya dan inovasi produk Desa

Desa merupakan bagian dari kampung sesuai susunan pemerintah sebelum kecamatan, Desa yang ada di Kab.Tangerang saat ini sebanyak 274 Desa sebanyak 29 Kecamatan dengan jumlah penduduk saat ini 3,3 juta jiwa statistik 2013.

Keberagaman potensi produk unggulan sesuai Peraturan Pemerintah Dalam.Negeri  Produk Unggulan  dari Desa No.9 tahun 2014

Tanggal 23 Januari 2017 kami pun di berikan kesempatan untuk diskusi langsung TVRI bincang khusus Buatan Indonesia, agar dapat memberikan perubahan menuju Desa Berbasis Digital.

Bahan baku sedotan bambu
Kooiah bambu
Aneka produk.bambu
Ekowisata bambu
Hasil.kreasi batik lokal
Liputan.TVRI " Buatan Indonesia"
SELFIE Sebelum Acara LIVE

Sabtu, 21 Januari 2017

Produk Berasal Dari Desa Kreatif dan Mandiri

Potensi desa seluruh nusantara banyak sekali dan perekonomian kota semua di support dari desa baik pertanian, pertenakan dan kebutuhan lainnya. Banyak faktor agar kebutuhan di kota agar terpenuhi dari desa, contoh harga cabai naik namun masyarakat desa cukup mengambil dari hasil menanamnya.

Potensi produk selain kebutuhan pokok adalah produk kerajinan dan mengembangkan potensibproduk lokal, salah satu yang kangagus manfaatkan adalah potensi produk lokal di Kab.Tangerang ada 274 Desa dari 29 Kecamatan, namun secara potensi hasil pemetaan adalah kerajinan anyaman topibambu yang waktu itu pendapatan daerah ekonomi desa adalah menganyam topi pramuka, berjalan waktu terjadi kemunduran.

Kretifitas dan inovasi produk desa berjalan waktu dan berbahan dasar bambu adalah untuk produk kerajinan adalah sajadah anyaman bambu, kopiah anyaman bambu, sabun arang bambu, dan lain sebagainya.
Semoga inovasi produk desa ini memberikan nilai tambah bernilai tinggi.

Kegiatan dan pemberdayaan Desa harus mulai dari sekarang mulai dari penjualan produk desa melalui Online, membuat produk unggulan baik pertanian, perternakan dan kerajinan, membuat wadah bersama baik KuBE atau Koperasi yang di kelola secara profesional dgn SDM yang ada di desa.

Kopiah bambu
Topibambu koboy
Kopiah 
Kaligrafi bambu
Kerai bambu
Sajadah bambu
Komunitas Desa 
Aktifitas Pemberdayaan Desa

Senin, 16 Januari 2017

Kampung Cikupa DIGITAL versi JADUL

Tahun 1976 kangagus telah lahir di kampung cikupa, berajak SD baru melihat banyak sekitar sawah dan kebun masih hijau, jalan jalan sepi dan transpotrasi kala itu masih oplet, saat ini sudah berubah menjadi Perumahan citra Raya

Namun semua berjalan dan bersama blog ini kami menulis dan bercerita, semoga menjadi catatan yang bermanfaat, kenapa kami menulis Kampung berbasis Digital, secara info di google semua pasti akan tahu apa potensi berbasis yang paling mudah adalah
1. Mendapatkan informasi keadaan kondisi geografis, kependudukan dan tentang ekonomi desa tersebut.
2. Pelayanan pemerintah desa untuk masyarakat dalam hal perijinan dan pengurusan agar lebih mudah di akses data yang saat di perlukan.
3. Yang paling utama ada penyesuaian prilaku masyarakat saat ini sudah berbasis smartphone mulai tingkat sd sd masyarakat umumnya.

Ini kami infokan kampung Cikupa sejak 2015 sudah ada infomasi tentang sejarah, ini link yang kami dapatkan
https://desacikupatangerang.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-singkat-desa-cikupa.html?showComment=1484610321203&m=1#c8094403967866561569

Ini merupakan rencana dan siapapun dapat melaksanakan sebuah konsep apabila semua pihak saling bekerjasama.

Desa Cikupa berdiri pada tahun 1922, pada saat itu dipimpin oleh Kepala Desa I (pertama) yaitu Bapak MUDERI. Pada awal kepemimpinan Bapak MUDERI, Beliau berkeinginan mengembangkan perekonomian Desa Cikupa yang mayoritas penduduknya sebagai pengelola perkebunan, maka untuk memasarkan hasil perkebunan tersebut Kepala Desa mengajak beberapa tokoh diantaranya,H. SAPRI, H. PENGKI dan Ki GALEONG untuk mendirikan pasar desa.  Dan Pada tahun 1926 berdirilah Pasar Cikupa  yang hari pasarnya seminggu dua kali yaitu Hari Selasa dan Hari Sabtu. Pasar Cikupa merupakan salah satu pasar tertua di Kabupaten Tangerang yang merupakan pasar desa dan masih ada sampai sekarang.

Desa Cikupa pada saat itu memiliki 7 (tujuh) wilayah Dusun/Kampung, yaitu :

1.    Kampung Cikupa

2.    Kampung Kadu Sabrang

3.    Kampung Cikupa Kolot/Hantap Heulang

4.    Kampung Kadu Lembur

5.    Kampung Samprok

6.    Kampung Kebon Kalapa

7.    Kampung Pulo Cangkir

Kemudian pada tahun 1932 dilanjutkan kepemimpinan / Kepala Desa II (dua) yaitu Bapak ABIN sampai dengan tahun 1942.

Dengan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa II (dua), maka diadakan kembali penggantian Kepala Desa III (tiga) yang dipimpin oleh Bapak MUHARI.

Pada masa-masa pemerintahan beliau telah terjadi pemberontakan-pemberontakan terhadap penjajahan belanda, maka rakyat Desa Cikupa ikut gerilia perang merebut kemerdekaan mengusir penjajah dan pada saat itu juga banyak warga Desa Cikupa yang mati dan diculik, bahkan Kepala Desa III (tiga) pun wafat. Kemudian pada tahun 1945 Indonesia merdeka, maka kembali membentuk pemerintahan desa baru yang dipimpin oleh Bapak H. MARTA yaitu Kepala Desa IV (empat). Pada masa kepemimpinan beliau Desa Cikupa mengalami perkembangan ekonomi yang cukup pesat, hal ini ditandai dengan adanya terminal banyangan untuk kendaraan umum lintas kota maupun lintas provinsi. Dan Pasar Cikupa merupakan pusat kegiatan perekonomian bagi warga cikupa maupun warga desa-desa lain yang ada di Kecamatan Cikupa.

Beliau memimpin Desa Cikupa selama 2 periode sejak tahun 1945 sampai dengan 1966.

Pada tahun 1966 ada aturan dan ketentuan baru tentang pencalonan kepala desa, maka diadakan Pemilihan Kepala Desa V (lima) dan pada saat itu Kepala Desa terpilih Bapak H.E. HUMAEDI, kepemimpinan Beliau mencapai 2 (dua) periode dan berakhir tahun 1982 dan pada masa kepemimpinan Beliau juga yaitu pada tahun 1982 telah terjadi pemekaran wilayah Desa Cikupa menjadi 2 (dua) desa yaitu Desa Cikupa dan Desa Sukamulya.

Dengan berakhirnya kepemimpinan Bapak H.E. HUMAEDI pada tahun 1982, maka ada kekosongan jabatan kepala desa, sehingga diangkatlah seorang Sekretaris Desa menjadi Pejabat Kepala Desa Sementara yaitu BapakSYUHADA NS. Dengan masa jabatan 2 (dua) tahun yaitu sampai dengan tahun 1984.

Pada saat pemerintahan Bapak H.E. HUMAEDI Desa Cikupa telah resmi adanya batas-batas wilayah pemerintahan desa :

Barat            : Desa Sukamulya

Selatan         : Desa Mekarbakti

Timur           : Desa Dukuh

Utara           : Desa Talagasari

          Kemudian pada tahun 1984 kembali diadakan Pemilihan Kepala Desa VI (enam), pada saat itu Kepala Desa terpilih yaitu BapakH. SAADIH HIDAYAT, Beliau memerintah sampai dengan tahun 1993.

          Dengan berakhirnya masa jabatan beliau, telah terjadi kekosongan jabatan kepala desa, diangkatlah Sekdes HAMSIN R menjadi pejabat sementara ( PJS ) selama 1 tahun yaitu tahun 1994.

          Pada tahun 1994 Pemerintahan desa Cikupa kembali menggelar pemilihan kepala desa VII ( tujuh ) maka terpilihlah Bpk AYUB. AP menjadi kepala desa, sampai dengan tahun 2003. Pada saat itu tidak terjadi kekosongan jabatan kepala desa Cikupa. Sebelum berakhirnya masa jabatan Kepala desa Panpilkades mengelar pemilihan kepala desa yang pelaksanaannya bertepatan dengan habisnya jabatan kepala desa. Maka terpilihlah Kepala desa VIII ( delapan ) yaitu Bpk. DAHRUDIN. Sesuai dengan peraturan yang berlaku pada saat itu. Bahwa jabatan kepala desa yaitu selama 5 tahun. Sehingga Bpk DAHRUDIN hanya menjabat kepala desa Cikupa selama 5 tahun.

          Dengan berakhirnya masa jabatan kepala desa Cikupa tahun 2008, maka adanya kekosongan jabatan kepala desa, dan untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut maka diangkatlah Sekdes ROJALI, ST menjadi Pejabat Sementara ( PJS ) kepala desa Cikupa selama 3 bulan. Selanjutnya Panpilkades kembali menggelar pemilihan kepala desa ke IX ( sembilan ) pada bulan Agustus 2008, yang melahirkan terpilihnya ABU MUTOLIB Bin H. HUMAEDI menjadi kepala desa Cikupa priode tahun 2008  - tahun 2014 ( sesuai dengan peraturan  yang baru hasil revisi yaitu jabatan kepala desa selama 6 tahun).

NB : Sejarah ini didapat berdasarkan cerita Para sesepuh Masyarakat Cikupa.

Galery Topibambu Kp.Cikupa berbasis Online
Kampung berbasis Digital untuk promosi kebun Singkong
Kampung berbasis digital menpilkan potensi lokal dan daya wisata

Sabtu, 07 Januari 2017

Pelatihan Batik Di Tangerang Raya Bersama Topibambu Foundation

Sejak tahun 2000 Batik sebagai warisan budaya tradisional Indonesia yang telah mengakar dalam sejarah bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang tidak hanya yang ada di pulau jawa bahkan ke luar pulau jawa.
Pengukuhan UNESCO  pada tanggal 2 oktober 2009 di nobatkan sebagai warisan budaya milik dunia,  dalam keputusan tersebut batik Indonesia memiliki kreteria domain warisan budaya takbenda yang terdiri dari tradisi lisan(Oral Tradition), Kebiasaan Sosial ( Social Custo)  dan Kerajinan Tangan Tradisional (Traditional Handycraft)

Potensi IKM Batik
IKM batik di Indonesia akhir 2010 berjumlah 55.778 unit, sedangkan populasi IKM batik telah banyak tersebar di nusantara jumalh paling banyak adalah 6.719  Kabupaten Pekalongan.
Batik dapat di bagi menjadi tiga
Batik sarung
Batik kain panjang
Batik ela

Saat ini batik Indonesia lebih banyak di kenal dengan 
Batik Tulis
Batik Cap
Batik Kombinasi Tulis dan cap
Batik Modern
Batik Bordir

BATIK BERSAMA PRESIDEN SOEHARTO
BATIK BERSAMA BJ HABIEBIE
Batik bersama Presiden SBY
Batik UNESCO
Peralatan Workshop Batik TopibambuFoundation
Alat membatik
Workshop batik
Praktek batik
Peserta membatik Canting
Proses Pewarnaan Batik
Hasil pewarnaan Batik
Peserta Membatik Dari Mahasiswa Univeritas Islam Syek Yusuf ((UNIS Tangerang)

Hasil Batik Desain Akademi TopiBambu