Selasa, 29 Mei 2012

Kisah Inspirasi Jualan Amplop

Wow....setelah membaca kisah dibawah ini di website http://www.yamaha-vega.or.id/ terdapat tulisan bro kucinkgarong akhirnya terinspirasi dan ingin share ...semoga bermanfaat . ini kisah yang di dapat link tetangga. Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah “Kakek Penjual Amplop di ITB”.

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini.

Jumat, 04 Mei 2012

Galery Kerajinan Kabupaten Tangerang


Cikupa, 14 Januari 2012 sambil menikmati sore hari yang indah berjalan keliling kota Citra Raya atau dalam slogan  ECO Culture. Tepatnya sekitar Water Word Citra Raya  berada di Pertokoan Mardi Gras  Kabupaten Tangerang TopiBambu melihat Spanduk “ Galeri Kerajinan” Kabupaten Tangerang

Singkat cerita Topibambu pun berkunjung ke Galeri Kerajinan Kabupaten Tangerang langsung di terima oleh pak Firman, sambil melihat semua Galeri wow ternyata semua produk kerajinan yang ada di Kabupaten dapat di tampilkan. Mulai dari kerajian bambu, Pandan, sendal sampai dengan lukisan yang mahal pun ada . Wah singkat cerita Galery Kerajian tersebut berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Tangerang. Hasil pengamatan Topibambu  saat ini belum banyak masyarakat yang mengetahuinya. Ujar cerita  Firman Firdaus sebagai Sekretaris DPC HIPMIKINDO