Senin, 16 April 2012

Menikmati Pesta Perkawinan Dengan Banjir

Pesta perkawinan merupakan hal yang wajib apabila anak adam telah siap lahir dan bathin, namun di sebuah desa yang di sampingnya terdapat perumahan yang mewah dan telah di huni oleh ribuan warga pendatang untuk menikmati indahnya rumah baru tetapi tetangga sebelah menikmati pernikahan dengan suasana kebanjiran wow inikah namanya hak asasi manusia  ingin hidup layak, menikmati idahnya pesta perkawinan namun tak adanya kepedulian perumahan disekitarnya saat kebanjiran, namun kangagush pun mersakan perlu untuk melindungi warga yang terkena banjir tersebut.
Akhirnya kangagush bersama warga ke tempat perumahan yang terbilang mewah tersebut ya berkat pengalaman seorang blogger dan akhirnya pegawai perumahan tersebut mau mengunjungi  keadaan warga yang pesta dengan suasana banjir. seperti gambar dibawah ini. 



Suasana Pesta Perkawinan dengan Banjir



Dengan terpaksa menurut kangagush karena pegawai tersebut selalu beralasan ini adalah hari libur, bukan pegawai yang bertugas dan singkat cerita warga ini sudah 2-6 tahun selalu terima banjir apalagi ditambahnya setelah adanya pusat belanja yang besar di samping warga tersebut. Trik pun di ambil dengan ancaman kalau tidak mau mengunjungi akan kangagush publish ke media masa dan media internet......wow akhirnya pun berhasil pegawai perumahan tersebut mau mengunjugi ke tempat pesta dalam keadaan banjir tepatnya 20 November 2011.
Warga dan Pegawai Perumahan Survei Banjir dengan Terpaksa


Gambar diatas rumah kontrakan yang sering terkena banjir dan pegawai yang survei setelah beberapa jam banjir surut. Secara  Hak Asasi Manusia, kita wajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga dimiliki oleh orang lain seperti ingin bebas dari banjir dan menikmati pesta dengan senang dan tanpa banjir.
Solusi untuk menghindari kembali banjir ternyata sampai saat ini pun belum juga di realisasikan bahkan bulan April 2012 ini pun terjadi banjir lagi sampai ketinggian 40- 70 cm dan masuk ke rumah warga sekitar 20 lebih rumah. Nah sambil berjalan dengan waktu akhirnya kangagush mencoba diskusi dengan pemerintah setempat mulai dari RT sampai ke Kelurahan, namun saat ini belum juga teratasi dengan banjir.


Semoga artikel ini dapat menggugah pembaca bahwa Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai warga negara yang patuh dan taat hukum  sampai pernikahan pun dilaksanakan dalam keadaan banjir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar