Jumat, 03 Juni 2011

PENELITIAN DRAGON POWER ENERGY SAVER

PENDAHULUAN
Kondisi sumber daya energi di Indonesia terutama sumber daya energi listrik masih belum digunakan dengan efisien, sehingga perlu pemikiran untuk menghemat energi listrik tersebut menjadi lebih efisien.
Agar arus listrik yang disalurkan kepada konsumen lebih efisien, diperlukan peralatan untuk memperbaiki Cos φ, arus listrik, frekuensi dan tegangan yang dapat menghemat energi listrik.
Penggunaan alat energy saving ini selain menghemat listrik , juga dapat memperpanjang umur peralatan listrik , memperbaiki efisiensi jaringan listrik serta meningkatkan kapasitas sistem dan peralatan.
Dimasa yang akan datang penduduk Indonesia mengkonsumsi listrik semakin besar, sedangkan untuk menambah sumber energi listrik diperlukan biaya yang besar.

DRAGON POWER ENERGY SAVER
sebagai alat penghemat listrik akan sangat membantu mengatasi terbatasnya sumber daya energi listrik tersebut.
Dari pemikiran di atas dipandang perlu mengadakan penelitian untuk menghemat energi listrik. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional khususnya energi listrik.

Kontroversi Penggunaan Alat Penghemat Listrik
Penggunaan alat penghemat listrik untuk rumah tangga masih kontroversi sampai saat ini. Ada pihak yang mengatakan bahwa penggunaan alat penghemat listrik tersebut tidak efektif , namun klaim tentang manfaat dan keefektifan dari alat tersebut pun tak kalah hebatnya.

Khusus mengenai penggunaan Penghemat Listrik DRAGON POWER kami berusaha memberikan penjelasan yang dapat dimengerti mengenai manfaat dan keefektifan penggunaan alat penghemat listrik tersebut.

Di Indonesia, Alat Penghemat Listrik mulai dipasarkan sejak 2003. Berbagai merek didatangkan dari luar negeri, baik dari Jerman, Italia maupun negara Eropa lainnya. Meski ada juga buatan lokal yang mengadopsi teknologi luar.

Kompensator Daya
Untuk mengurangi pemakaian energi listrik diperlukan sebuah kompensator daya.
Ada dua jenis kompensator daya yang banyak beredar di pasaran, yakni kompensator yang dipasang secara paralel dengan beban dan kompensator yang dipasang seri dengan beban.
Dari dua jenis kompensator daya ini, yang banyak beredar di pasaran adalah kompensator daya yang dipasang paralel. Jika dirata-rata, perbandingan antara jumlah kompensator daya yang dipasang paralel dengan seri kira-kira 9:1.

Kompensator yang dipasang secara paralel terhadap beban sebenarnya merupakan kompensator daya aktif-reaktif.
Asas kerja kompensator ini memanfaatkan jenis arus yang dialirkan PLN ke pelanggan, yakni arus bolak-balik yang memiliki dua komponen daya: Aktif dan Reaktif.
Daya aktif adalah daya sebenarnya yang dibutuhkan beban, Sebaliknya, daya reaktif adalah daya yang dapat terjadi karena induktansi maupun kapasitansi.
Induktansi disebabkan komponen yang berbentuk kumparan seperti motor listrik maupun transfomator step down pada adaptor, Sedangkan kapasitansi diakibatkan oleh komponen kapasitor.
Resultan atau jumlah dari keduanya kemudian membentuk Daya Nyata.

Dalam kenyataannya, daya yang dipasok oleh PLN adalah Daya Nyata. Oleh sebab itu untuk meminimalisasi daya yang dipasok oleh PLN maka sebisa mungkin daya reaktif diminimalisasi.
Jika beban bersifat induktif maka diberi kapasitor dan jika beban bersifat kapasitif maka beban diberi induktor.
Karena umumnya peralatan yang digunakan dalam lingkungan perumahan bersifat induktif, maka kompensator daya untuk mengeliminasi daya reaktif tak lain berupa kapasitor.
Biasanya, alat ini dipasang secara paralel pada jaringan listrik, tepatnya setelah kotak MCB (Mini Circuit Breaker) atau sekering yang telah terpasang sebelumnya.

LANDASAN TEORI
Energi listrik sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia, karena energi tersebut mudah digunakan dan dirubah menjadi energi lain panas, gerak, cahaya, dan lain sebagainya. Dalam penggunaanya listrik tidak terlepas dari teori tentang arus listrik, tegangan listrik, frekuensi listrik, power factor, daya listrik dan energi listrik.
Dalam tulisan ini akan dibahas tentang teori kelistrikan yang sangat mendukung untuk pembahasan prinsip-prinsip penghematan listrik.

Arus listrik yang kita pakai dari PLN, diukur dengan meteran listrik yang bisa kita lihat di tiap-tiap rumah.
Arus listrik ini memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan karakteristik jaringan yang dilaluinya.
Karakteristik ini bisa bersifat hambatan (resistif), kapasitas (kapasitif), atau induksi (induktif).

Sebuah kawat tembaga atau kabel di dalam rumah yang dipasang mengelilingi rumah akan memiliki sifat induktif.
Biasanya kabel dipasang lebih dari satu dalam letak yang cukup dekat, maka kabel tersebut juga akan mengalami sifat kapasitif juga, apalagi jika tempat pemasangannya tidak tepat, misalnya dipasang sangat dekat dengan tembok, tanpa menggunakan penutup (paralon), bisa dipastikan akan terjadi efek kapasitif terhadap tanah, karena dinding bersifat relatif menjadi grounding.
Walaupun sifat kapasitif dan induktif ini relatif kecil, tetapi jika desain pemasangan jaringan tidak efektif akan cukup berpengaruh terhadap efisiensi jaringan tersebut.

Daya yang diukur oleh PLN untuk tipe perumahan adalah daya aktif yang diukur dengan KWH meter, sedangkan untuk tipe industri digunakan daya semu yang diukur dengan KAV meter.

Pengubahan cos phi melalui kapasitor bisa mengurangi daya reaktif, yang akan mengurangi daya semu, sehingga akan mengurangi jumlah daya yang diukur dengan KAV meter.
Manfaat yang dapat diambil adalah bisa menggunakan daya yang lebih besar dari semula ( maksimal )/ MCB KWH Tidak mudah Anjlok.
Hal ini akan mengurangi jumlah daya yang perlu dipasok oleh PLN sehingga akan memberikan efisiensi bagi PLN.
Dengan dasar tersebut kita bisa menggunakan penghemat listrik DRAGON POWER untuk menaikkan faktor daya sehingga menambah efisiensi pemakaian jaringan listrik.

Caranya sangat mudah, kita hanya cukup memasang DRAGON POWER dengan Type/ ukuran yang sesuai secara paralel dengan jaringan listrik di rumah kita.
DRAGON POWER Menggunakan Kapasitor tipe kotak (MKT) seperti yang terdapat pada Kipas Angin atau Pompa Air, bukan tipe elektrolit (elco) karena elco memiliki karakteristik yang berbeda dengan kapasitor kotak (MKT).

Prinsip kerja DRAGON POWER adalah menurunkan daya reaktif semaksimal mungkin, sehingga daya keseluruhan menjadi minimum. Kebanyakan beban yang ada umumnya memiliki nilai induktif yang tinggi seperti lampu TL dengan ballast, TV, Komputer, Setrika dan sebagainya.

Jika setelah menggunakan alat ini ternyata beban yang terukur oleh meteran tetap sama, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.
Yang pertama, anda menggunakan DRAGON POWER dengan ukuran yang tidak sesuai.
Yang kedua, kemungkinan jaringan dalam tempat anda tidak memiliki beban reaktif yang berarti.

Untuk menghitung besar kapasitor yang digunakan, terlebih dahulu kita harus menghitung besar induktansi beban jaringan. Dan prakteknya, menghitung besar induktansi berbagai komponen dalam jaringan yang kita pakai sangat sulit.
Untuk itu kita menggunakan pendekatan lain yang lebih mudah yaitu dengan langsung memasang DRAGON POWER dengan Type tertentu, dan kemudian kita ukur seberapa besar penurunan yang kita dapatkan.
Cara seperti ini juga yang dipakai pada capacitor bank untuk industri, hanya saja capacitor bank menggunakan PLC atau mikrokontroller.

Hasil perhitungan
Hasil perhitungan dengan menggunakan software EWB dapat kita lihat ketika Lampu 100W digunakan sebagai beban resistif (dianggap sebagai resistif murni), lalu diparalel dengan induktansi dengan nilai tertentu, dan DRAGON POWER Type R1.
Dapat kita lihat bahwa efektifitas tertinggi berada pada nilai induktansi sekitar 2 Henry, lebih kecil dari itu efektifitas menurun.
Sebagai perbandingan, sebuah trafo ideal memiliki nilai induktansi 5 Henry, dua trafo paralel akan memiliki nilai sekitar setengahnya atau sekitar 2,5 Henry.
Lalu arus yang melewati beban lampu, yang adalah resistif murni, tidak berubah sama sekali. Arus inilah yang menentukan besarnya perputaran pada KWH meter.

Hasil yang akan anda peroleh tentunya bervariasi, dipengaruhi oleh banyak hal, seperti jumlah beban yang digunakan, jenis beban yang digunakan, desain pengawatan jaringan dalam rumah anda, grounding, dan sebagainya.

Apabila tiap rumah di Indonesia bisa memberikan penurunan beban 10% dikalikan dengan jumlah seluruh rumah di Indonesia, tentunya akan sangat membantu negara kita dalam mengatasi krisis tenaga listrik sekarang ini.
Namun, dibutuhkan kesadaran semua pihak agar mau berhemat dan tidak saling merugikan orang lain. Kita bisa memulai dari diri kita sendiri, setelah itu diharapkan usaha yang kita lakukan akan direspon dengan usaha positif lain dari pihak-pihak yang terkait khususnya PLN.

Faktor Daya

Metode untuk menentukan faktor daya / power factor (pf) adalah :
Pf = wattt = I 2 R = R = COS φ
Faktor daya dapat bersifat mendahului (leading) atau tertinggal (lagging).
Faktor daya mendahului berarti arus mendahului tegangan dalam rangkaian ini bersifat kapasitif.
Sedangkan faktor daya tertinggal berarti tegangan mendahului arus, dalam rangkaian ini bersifat induktif.
Faktor daya adalah perbandingan antara komponen daya KW terhadap komponen KVA,
O OA adalah komponen KW atau daya nyata
φ OB adalah komponen KVA atau daya semu
AB adalah komponen KVAR atau daya reaktif

Penyebab rendahnya faktor daya
  1. Penggunaan motor-motor induksi sebagai pengerak mesin-mesin atau peralatan lain yang bekerja pada faktor daya tertinggal yang dikontribusikan pada sentral listrik.
  2. Trafo-trafo didalam gardu-gardu menpunyai faktor daya tertinggal yang dikontribusikan pada sentral listrik.
  3. Dapur-dapur pemanas dalam industri-industri mempunyai faktor daya tertinggal yang sangat rendah.
  4. Lampu-lampu gas yang bekerja pada faktor daya yang rendah.
Sedangkan motor-motor serempak, rotary converter dan motor-motor komutator yang lain bekerja pada faktor daya mendahului.

Tegangan Listrik
Gaya gerak elektron dalam kelistrikan mempunyai beberapa macam sebutan : Gaya gerak listrik (ggl), potensial listrik, perbedaan potensial, tekanan listrik, dan tegangan listrik (V).
Gaya bertanggung jawab terhadap adanya peristiwa penarikan dan penolakan arus listrik melalui suatu rangkaian.
Gaya tersebut merupakan hasil pemakaian suatu bentuk energi menjadi suatu medan elektrostatik.
Tegangan listrik adalah beda potensial antara dua titik dalam suatu rangkaian listrik.
Suatu tegangan listrik timbul diantara kedua benda jika salah satu benda mempunyai kelebihan elektron bebas dan benda lainnya mempunyai kekurangan elektron bebas.
Jika dua benda tersebut dihubungkan, maka arus pengosongan akan mengalir dari benda negatif ke benda positif.
Suatu tegangan listrik juga dapat timbul diantara dua benda jika terdapat perbedaan jumlah elektron bebas persatuan isi dari dua benda tersebut. Jika kedua benda tersebut negatif, maka arus akan mengalir dari benda yang bermuatan lebih negatif ke benda yang bermuatan kurang negatif ketika ke dua benda tersebut dihubungkan. Selain itu juga akan terdapat aliran elektron dari benda yang bermuatan kurang positif ke benda yang bermuatan lebih positif.

Arus listrik
Arus listrik adalah elektron yang bergerak karena adanya gaya gerak listrik.
Jika suatu gaya listrik diberikan pada suatu konduktor, maka elektron-elektron bebas bergerak tanpa tujuan tersebut akan digerakan akan menjahui nominal negative menuju keterminal positif.
Kecepatan aliran elektron dalam konduktor adalah 186.000 mil tiap detik atau 299.792.462 m/dt. Satu amper adalah jumlah tertentu elektron yang melewati satu titik pada suatu rangkaian listrik dalam satu detik.
Jumlah elektron yang digunakan untuk menentukan satu amper adalah coulomb, disingkat C. Satu amper adalah satu coulomb perdetik. Satu coulomb sama dengan sekitar 6,25 x 1018 elektron.
1 Amper : 1 coulomb
1 sekon
Kuat arus listrik didefinisikan sebagai banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui suatu penampang kawat menghantar tiap sekon.

Daya listrik
Daya listrik adalah ukuran untuk mengatakan banyaknya energi listrik yang telah dipakai setiap detiknya. Satuan daya listrik adalah watt.
Jika daya yang dimiliki oleh suatu barang elektronik semakin besar maka energi yang dipakai semakin besar pula. Akibatnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar rekening listrik semakin besar pula.
Rumus daya listrik adalah p = V.I (VA)
Keterangan :
p = daya listrik (VA)
V = tegangan listrik (Volt)
I = arus listrik (amper)

Energi listrik
Energi listrik adalah suatu energi yang dihasilkan sebanding dengan besar beda potensial, kuat arus, dan selisih waktu.
Rumus energi listrik adalah : W = V . I . t
Keterangan :
w = energi listrik (joule)
V = beda potensial (volt)
I = kuat arus (amper)
t = selisih waktu (detik)
Satuan energi listrik adalah joule atau watt detik
Satuan yang digunakan untuk PLN untuk menentukan jumlah energi listrik yang dipakai adalah kilowatt jam (kilowatt hour/KWH). Satu KWH adalah besar energi yang digunakan selama 1 jam dengan daya listrik sebesar 1.000 watt.
Rumus lain untuk menghitung energi listrik adalah : W = P x t.
W = Energi listrik (KWH)
P = Daya listrik (KW)
t = Waktu penggunaan (jam)
Kesetaraan satuan KWH dengan satuan joule adalah sebagai berikut :
1 watt = 1 joule/detik
1 watt detik = 1 joule
1 KWH = (1.000 watt) 3.600 detik = 3.600.000 watt detik
Dengan demikian 1 KWH = 3.600.000 joule.
Untuk mengukur jumlah pemakaian energi listrik diperumahan atau perusahaan menggunakan KWH meter atau meteran listrik.

Elektron dan Proton
Elektron merupakan partikel yang paling kecil dan paling ringan.
Elektron-elektron dikatakan bermuatan negatif yang berarti bahwa mereka dikelilingi oleh medan gaya yang tidak tampak dan akan bereaksi dengan sifat negatif listrik terhadap segala sesuatu yang bermuatan listrik dan dibawa di dalam batas medan tersebut.
Medan listrik dapat diGambarkan sebagai garis-garis gaya yang mengarah keluar. Keberadaan garis-garis gaya tersebut sebenarnya tidak diketahui, tetapi konsep ini di gunakan sebagai penjelasan.
Proton mempunyai masa sekitar 1.800 kali masa elektron dan mempunyai medan listrik positif disekelilingnya. Medan positif dinyatakan oleh garis-garis ke arah dalam.
Secara teori sebuah elektron mempunyai jumlah garis kearah luar sebanyak garis ke arah dalam yang terdapat diproton.
Proton mempunyai sifat positif yang tepat sama dengan sifat negatif dari elektron yaitu masing-masing mempunyai satu satuan muatan listrik.

Frekuensi
Frekuensi adalah berapa kali arus bolak-balik menyelesaikan sejumlah siklus per detik. Satuan international untuk mengukur frekuensi adalah hertz disingkat Hz. Satuan Inggrisnya adalah Cycle per secon atau CPS.
Laju gelombang suara di udara dapat juga menggunakan istilah frekuensi .
Nada yang dapat didengar manusia adalah 15 -20 kHZ .
Frekuensi tenaga listrik adalah 10 Hz – 1kHz.
Transduser pada mikrofon dapat mengubah gelombang suara menjadi gelombang AC dengan frekuensi sama.
Frekuensi yang dapat menghasilkan gelombang suara yang dapat didengar oleh manusia dinamakan frekuensi audio.
Frekuensi yang dapat diberikan pada antena dan akan memancarkan gelombang elektromagnit dan elektrostatik dinamakan frekuensi radio.

Keunggulan DRAGON POWER ENERGY SAVER adalah :
a. Menekan biaya pemakaian listrik
b. Memperbaiki kualitas dan penghemat pemakaian daya, tegangan, arus dan frekuensi.
c. Mengurangi panas dan getaran khususnya di transformator dan motor.
d. Meredam spark yang menyebabkan interferensi kesetabilan frekuensi Listrik.
e. Mengurangi beban listrik
c. Menyeimbangkan arus dan tegangan
d. Memperbaiki cos φ

Proses kerja memperbaiki Power Factor atau Cost φ
Motor-motor listrik yang mempunyai kualitas kurang baik, akan bersifat induktif, sehingga mempunyai cost φ yang jelek dan lebih banyak membutukan arus listrik.
Peralatan listrik yang mempunyai power factor yang rendah akan menyebabkan pergeseran sudut fase arus dan tegangan.

DRAGON POWER ENERGY SAVER dapat memperbaiki pergeseran sudut fase arus dan tegangan.
Dalam menaikan cost φ atau power factor

DRAGON POWER bekerja mengatur arus dan tegangan sehingga mendekati sefase dengan demikian cost φ nya akan naik/meningkat.

DRAGON POWER akan Memperbaiki power factor dengan cara menetralisir arus yang bersifat induktif, sehingga cost φ nya menjadi lebih baik.

Dengan diperbaikinya arus tegangan dan power factor akan memberikan kestabilan daya listrik yang dipergunakan oleh beban.
Dengan adanya kesetabilan pada penyaluran energi listrik tersebut akan memberikan kesetabilan pada peralatan listrik, seperti motor-motor listrik dan lampu penerangan. Dengan demikian walaupun pada beban puncak energi yang disalurkan ke peralatan listrik tidak akan mengalami gangguan.
Energi listrik yang diberikan pada peralatan stabil akan memberikan kelangsungan produksi dan peralatan listrik menjadi lebih awet.

KESIMPULAN
1) Sebelum DRAGON POWER dipasarkan sdh dilakukan pengujian di Labolatorium System Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI ( SMTP-LIPI ).
2) Berdasarkan Hasil Uji/ Sumary Report No: BTP-025-PC-TP-006-10/ B Dragon Power memang mampu Menghemat Listrik, baik itu Optimalisasi Daya, Perbaikan Faktor Daya/ Cost Phi dlsb..

Dengan pemasangan DRAGON POWER akan menstabilkan gelombang tegangan, arus listrik dan frekuensi, sehingga tidak merusak peralatan listrik PLN maupun industri pengguna. Selain itu juga tidak menimbulkan cacat gelombang pada gelombang tegangan dan arus, dengan demikian tidak menggangu fungsi meteran listrik sebagai alat ukur energi listrik (KWH) milik PLN.

Berdasarkan data laporan dari konsumen beberapa manfaat yang diperoleh setelah dipasang DRAGON POWER adalah sebagai berikut ( Relatif ) :
1) Penghematan energi Listrik (KWH) : 19,86%.
2) Penghematan penggunaan arusnya 17,32%.
3) Penghematan penggunaan beban terpasang 23,28%.
4) Tagihan listrik menjadi Turun antara 10 s/d 25% (relative).
5) Tegangan Lebih Stabil dari biasanya.
6) Memaksimalkan Daya Terpasang/ MCB tidak mudah Anjlok.
7) Konsumen tahu tegangan listriknya, karena Dragon Power sdh dilengkapi dgn VOLT METER pemantau tegangan.

1 komentar:

  1. bagus gan artikel nya ...blognya berguna banget nih...
    tips killer yg bisa naikin Google pagerank dan meningkatkan traffic web kamu hanya dalam 2 minggu
    Home Appliances and Home Improvement cuma disini!!

    BalasHapus